• Home
  • Foto Hot
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

foto gambar unik

  • Home
  • Gambar Hot
  • Zona Dewasa
Home » Caranya » info umum » Jualan » karangan » tips dan trik umum » Semua Tentang Franchise™ Part 2

Semua Tentang Franchise™ Part 2

oleh : foto gambar unik
Uji kesiapan Anda

Ketika berencana untuk membeli hak waralaba, Anda barangkali merasa sudah siap menjalankan usaha tersebut. Jangan keburu nafsu. Cek kembali kesiapan Anda. Berikut panduan (pertanyaan) yang bisa menjadi ukuran paling akurat kesiapan Anda.

1.
Apakah Anda sudah siap menjadi seorang wirausaha? Asal tahu saja, bagi Anda yang terbiasa menjadi karyawan, pola kerja sebagai pemilik usaha berbeda jauh. Jam kerja bertambah dan resiko yang harus dipikul pun sangat berbeda. Siapkah Anda menghadapi semua itu?
2.
Apakah Anda menyukai cara berbisnis dengan format waralaba? Jangan hanya membayangkan bisa kaya pada saat membeli hak waralaba, tetapi setelah berjalan merasa tertekan dan tidak menyukai pola bisnis waralaba. Anda bisa gagal. Cara pandang memiliki bisnis sendiri berarti memiliki kebebasan harus dibuang jauh.
3.
Apakah Anda mampu membina hubungan dan berinteraksi dengan banyak orang? Menjadi pemilik usaha waralaba Anda dituntut untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang. Misalnya, hubungan dengan karyawan, pemilik dana, franchisor, suplier maupun pelanggan.
4.
Apakah Anda memiliki modal yang cukup untuk membeli hak waralaba? Banyak usaha waralaba gagal karena kekurangan modal kerja di tengah jalan. Jadi untuk meningkatkan peluang sukses, sebaiknya Anda memiliki cadangan dana, tidak hanya modal yang disyaratkan oleh franchisor. Paling tidak Anda mesti memperhitungkan modal kerja untuk 6-12 bulan ke depan.
5.
Apakah Anda sudah mempelajari dokumen yang berkaitan dengan aspek hukum dari franchisor?
6.
Apakah waralaba yang Anda minati adalah perusahaan yang solid, liquid dan sukses? Anda harus mengetahui bahwa pemberi hak waralaba memiliki laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Paling tidak laporan keuangan ini membrikan informasi keuangan untuk periode tiga tahun. Selain keuangan, apakah merek waralaba yang akan Anda beli sudah dikenal publik dan memiliki image positif?
7.
Apakah para franchisee yang lebih dulu dari Anda umumnya sukses dengan usaha mereka? Anda bisa menanyakan kepada mereka apakah mereka cukup puas dan usahanya menguntungkan?
8.
Apakah Anda menyukai staff franchisor yang mensupport anda? Salah satu kunci sukses dari waralaba adalah support dan bantuan dari franchisor melalui staff franchise support mereka.
9.
Apakah Anda mendapat dukungan dari keluarga? Jangan salah kaprah seolah-olah menjadi franchisee hanya melakukan pekerjaan paruh waktu. Penting bagi Anda mendapat dukungan dari keluarga.

Jika semua pertanyaan di atas positif buat Anda, maka peluang mendapatkan profit menanti Anda. Jangan tinggalkan kesempatan menjadi wirausaha yang sukses yang ditawarkan oleh waralaba. .

Dari berbagai sumber

Persiapan-persiapan Bagi Franchisor

Memfranchisekan usaha butuh persiapan matang. Apa saja dan darimana memulainya?

Franchise bukanlah usaha instan yang kapan mau bisa dijual. Bukan pula sebuah klaim franchisor atas usahanya. Memfranshisekan sebuah usaha butuh persiapan yang matang agar bisa diterima oleh para pembelinya. Apa saja persiapannya guna memenuhi persyaratan franchise yang tangguh?

Perlu diketahui dahulu bahwasanya setiap usaha, baik yang menawarkan produk maupun jasa punya peluang difranchisekan. Dari mana memulainya? Pertama-tama, persiapan yang harus dilakukan adalah sebuah konsep bisnis. Mengapa konsep bisnis penting, karena menyangkut sistem yang akan berjalan sebagai roda otomatic operasional usaha . Konsep bnisnis ini harus tangguh karena perlu dibuktikan oleh waktu. Lagipula, usaha tersebut harus menjadi pilot project yang akan direplikasi oleh franchisee nantinya. Dari sanalah munculnya standar operasional yang baku untuk bisnis tersebut pada setiap jaringannya.

Kedua, mempersiapkan tim manajemen yang kuat yang menguasai sistem waralaba dan masalah-masalah hukum serta etika franchise , dan juga yang punya kemampuan untuk mengendalikan dan mengawasi jaringan yang akan terbentuk nanti.

Ketiga, rumuskan differensiasi atau keunikan produk/jasa yang akan dijual. Tanpa differensiasi atau keunikan, sebuah produk tidak akan dilirik oleh konsumen. Keunikan ini pula yang nantinya akan menjadi pembeda dari pesaing sekaligus memudahkan penetrasi produk ke pasar. Usahakan pula agar produk tersebut tidak mudah ditiru. Keunikan tidak harus dari sisi produk (termasuk kemasan), bisa juga dari sisi layanan atau cara penyajian. Misalnya, memperlihatkan proses pembuatan produk secara terbuka (dapur terbuka) untuk sebuah resto atau café sehingga menjadi daya tarik (keunikan) di mata konsumennya.

Keempat, menyusun paket pendanaan. Perhitungan biaya-biaya yang akan dikeluarkan sangat penting agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Kelima, persiapkan dokumentasi. Dokumentasi yang dipersiapkan tidak hanya yang menyangkut organisasi franchisor, tetapi juga dokumen-dokumen yang akan diserahkan atau dipinjamkan kepada franchisee. Dokuemntasi yang siap disusun harus tergambar dalam visi organisasi dan implementasi konsep bisnis.

Selanjutnya, penting juga melakukan konsultasi kepada jasa konsultan untuk memastikan berbagai persiapan yang dilakukan. Sekaligus, untuk memastikan legal audit atas HAKI merek dagang.

Dari berbagai sumber

Siapkan Diri Menghadapi Fakta

Membeli waralaba merupakan salah satu langkah tepat memulai usaha. Tetapi tidak ada jaminan 100% berhasil. Franchisee perlu juga mempersiapkan diri menghadapi resiko.

Bagi Anda yang punya uang dan ingin menginvestasikannya dalam bentuk usaha, tidak ada salahnya membeli usaha franchise. Anda tidak dituntut punya banyak pengalaman atau mengerti seluk beluk bisnisnya. Sebab, franchisor akan membimbing Anda. Tidak perlu takut meskipun tetap harus hati-hati. Saat ini, usaha franchise menjadi alternatif paling gress untuk memulai usaha. Tidak sedikit mereka yang menuai sukses dengan berinvestasi di usaha franchise.

Namun, satu hal yang perlu dicamkan para calon investor (franchisee) tidak ada usaha yang menjanjikan 100% keberhasilan. Maka itu, International Franchise Association (AFI) memberikan sejumlah fakta sebagai peringatan kepada calon franchisee untuk menjadi pertimbangan.

Pertama, resiko kehilangan uang. Para franchisee umumnya harus membayarkan franchise fee sebagai persyaratan utama membeli franchise. Franchise fee bersifat non-refundable. Artinya tidak dapat ditarik atau diambil kembali setelah dibayarkan kepada franchisor. Maka, franchisee harus siap menghadapi resiko kehilangan sejumlah uang yang sudah dibayarkannya itu jika ternyata hak waralaba yang dibelinya gagal di tengah jalan, bahkan sebelum sempat beroperasi.

Kedua, siap mengalami kerugian. Tidak penting berapa besar dana yang Anda miliki untuk diinvestasikan, tetapi seberapa besar kerugian yang bisa Anda tanggung jika bisnis waralaba Anda mengalami kerugian. Bisa jadi, Anda dituntut untuk mengucurkan dana tambahan untuk menghasilkan profit dimasa yang akan datang. Tersediakah dana tambahan tersebut kapan saja dibutuhkan, entah dari kocek sendiri atau pinjaman yang sifatnya stand by? Adakah sumber penghasilan lain yang Anda miliki sementara usaha waralaba yang Anda jalankan menyedot dana Anda untuk menghasilkan cash flow positif?

Ketiga, siap diatur secara ketat oleh franchisor. Tidak sedikit franchisor yang menentukan secara sepihak, misalnya lokasi usaha, teritori yang diperbolehkan, bentuk desain outlet, produk-produk atau jasa yang boleh dijual, resep dan bahan baku serta cara Anda mengelola usaha.

Keempat, tidak diperkenankan memperpanjang perjanjian waralaba. Anda perlu menghitung resiko, apakah kenetuan tersebut masih menguntungkan buat anda atau tidak. Biasanya, franchise agreement berakhir dalam 5, 10, 15 atau 20 tahun. Bisa jadi, Anda tidak memiliki opsi untuk perpanjangan persetujuan waralaba setelah masa kontrak berakhir.

Kelima, konsumsi menurun. Semua produk memiliki lifecircle. Tidak selamanya produk yang ditawarkan diminati oleh konsumen. Ada kalanya mengalami penurunan bahkan ditinggalkan konsumen. Anda juga harus siap-siap menghadapi produk yang Anda tawarkan ternyata sudah banyak dijumpai di pasar atau ketinggalan jaman. Atau pasarnya sudah terlalu jenuh oleh kompetisi sehingga konsumsinya menurun.

Terakhir, praktek tidak fair. Anda harus hati-hati terhada praktek “hard sale,” atawa hanya mencari untung sepihak dari franchisor. Telisik kemampuan dan nama baik franchisor dalam memberikan dukungan jangka panjang yang kontinyu. Franchisor yang baik akan membantu dan memberikan dukungan pada Anda.

Dari berbagai sumber


Posted by Unknown - Rating: 4.5
Title : Semua Tentang Franchise™ Part 2
Description oleh : foto gambar unik, Uji kesiapan Anda Ketika berencana untuk membeli hak waralaba, Anda barangkali merasa sudah siap menjalankan usaha tersebut. Jangan keburu n...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to "Semua Tentang Franchise™ Part 2"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Hot Lainnya

Copyright © 2012 foto gambar unik - All Rights Reserved
Design by Tahan Lama - Powered by Blogger