Associazione Calcio Milan Italia (dipanggil
A.C. Milan atau
Milan saja) adalah sebuah klub
sepak bola Italia yang berbasis di
Milan. Mereka bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana putih (kadang-kadang hitam), sehingga dijuluki
rossoneri ("merah-hitam"). Milan adalah tim tersukses kedua dalam sejarah persepak bolaan Italia, menjuarai
Seri A 18 kali dan Piala Italia 5 kali.
Klub ini didirikan pada tahun
1899 dengan nama
Klub Kriket dan Sepak bola Milan (
Milan Cricket and Football Club) oleh Alfred Edwards, seorang ekspatriat
Inggris. Sebagai penghormatan terhadap asal-usulnya, Milan tetap menggunakan ejaan
bahasa Inggris nama kotanya (
Milan) daripada menggunakan ejaan
bahasa Italia Milano.
Sejarah (1899 hingga kini)
Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio
GreNoLi , yang terdiri atas
Gunnar Gren ,
Gunnar Nordahl , dan
Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal
Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai
striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (
playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti
Lorenzo Buffon,
Cesare Maldini, dan
Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta
5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan
Gunnar Nordahl mencetak
hat-trick.
Milan kembali memenangi musim
1961/
1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola yang inovatif ini mengembangkan taktik
catenaccio (pertahanan gerendel/berlapis) yang ditemukan oleh
Karl Rappan Pria kelahiran Wina (Austria), 26 September 1905 membangun sepak bola verrou (rantai) yang kemudian di italia populer dengan sebutan Catenaccio (gerendel).(kalau teman ingin lebih mengetahui tentang karl rappan,klik
disini ). kembali lagi pada era Nereo Rocco,, pelatih ini mengembangkan taktik catenaccio dimana gaya sepak bola yang semula dianggap aneh itu pada 1954 justru menjadi pusat perhatian orang. Di dalam tim termasuk
Gianni Rivera dan
José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai
Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan
Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.
Scudetto kesepuluh dan Seri B
Di tahun
1970, Milan merebut tiga gelar
Coppa Italia dan gelar
Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah
scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan "bintang" untuk tim (di Italia,setiap tim yang meraih 10 gelar liga mendapat bintang yang disemat di bajunya). Di
1972 mereka meraih semifinal
Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya,
Tottenham Hotspur. Musim
1972/
1973 mereka hampir memenangkan
scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari
Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim
1978/
1979 untuk meraih
scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh
Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia
sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.
The Dream Team
Kedatangan Berlusconi
Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh
enterpreneur Italia,
Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada
1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan,
Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain
Belanda,
Marco van Basten,
Frank Rijkaard, dan
Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti
Roberto Donadoni,
Carlo Ancelotti, dan
Giovanni Galli.
Era Sacchi
Era Capello
Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih
Italia,
Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai
Gli Invicibli (The Invicibles) dan
Dream Team.
Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan
Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik,
Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan
Dejan Savićević,
Zvonimir Boban, dan
Daniele Massaro bermain di sektor depan. Pada saat dilatih Capello ini.
Masa masa sulit (Tabarez ke Terim)
1996-1997
Setelah kepergian
Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut
Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez.
1997-1998
Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti
Kristen Ziege,
Patrick Kluivert,
Jesper Blomqvist, dan
Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim
1997-
1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.
1998-1999
Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru,
Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer
Udinese yang telah mengakhiri musim
1997-
1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3.
Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese,
Oliver Bierhoff dan
Thomas Helveg. Milan juga menandatangani
Roberto Ayala,
Luigi Sala dan
Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan
scudetto ke-16 kembali ke Milan.
Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.
1999-2000
Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti
The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya
striker Ukraina
Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam
Liga Champions UEFA 1999-
2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing
scudetto kala itu,
S.S. Lazio dan Juventus.
2000-2001
Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk
Liga Champions UEFA 2000-
2001 setelah mengalahkan
Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan
Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol
FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia,
Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk
Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan
Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat.
Cesare Maldini, ayah dari kapten tim
Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik.

Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas
A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda,
Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana
Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk
Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang
Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.
2001-2002
Era Ancelotti
Terim digantikan oleh
Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang
Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions.
Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi.
Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama
adu penalti di
Manchester,
Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang
Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka
rossoneri-pun semakin ditakuti.
Pasang surut 2006-2008
Pada musim kompetisi Liga Italia
Seri A 2006/
2007, Milan terkait dengan skandal
calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol
Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntaskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan,
Kaká dengan torehan 10 gol.

Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia,
Ronaldo dari
Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda
Marco Borriello dihukum karena terbukti doping. Musim
2007/
2008, Milan terpaksa bermain di kompetisi
Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, Milan menang 4-1 atas
Udinese, tapi di saat bersamaan,
Fiorentina juga menang atas
Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya
Mathieu Flamini dari
Arsenal, serta
Gianluca Zambrotta dan
Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan
David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepak bola Amerika Serikat LA Galaxy.
Era Leonardo
Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang "hijrah ke London", tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain: Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus. Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc'Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0 sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0. Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro, sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan. Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.
Era Allegri, Scudetto ke-18

Musim
2010/
2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan
Emirates), hingga lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong
Zlatan Ibrahimovic dari
F.C. Barcelona (dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan
Robinho dari
Manchester City. Awal musim, Milan dikejutkan dengan kekalahan 0-2 dari tim promosi
A.C. Cesena, meski dalam pertandingan tersebut baik Ibrahimovic maupun Robinho memulai debutnya. Pada pertandingan
derby tanggal 14 November 2010, Milan mengalahkan
Internazionale di
Giuseppe Meazza dengan gol tunggal penalti Ibrahimovic. Pada transfer paruh musim, Milan memboyong sejumlah pemain anyar seperti
Antonio Cassano dari
U.C. Sampdoria,
Mark van Bommel dari
Bayern Munich, dan
Nicola Legrottaglie dari
Juventus F.C.. Di ajang
Liga Champions, Milan yang berhasil menembus babak penyisihan grup dipermalukan
Tottenham Hotspur dengan skor 0-1 di San Siro. 13 Maret 2011, Milan mengalami hasil seri 1-1 dengan penghuni dasar klasemen
A.S. Bari, minggu berikutnya 19 Maret, Milan dipermalukan
U.S. Città di Palermo 0-1 di
Stadion Renzo Barbera. Kekalahan tersebut membuat jarak poin dengan posisi 2 Internazionale berkurang menjadi 2 poin, dan itu terjadi tepat sebelum
derby Milan putaran kedua. 2 April,
derby antara Milan dan Inter berlangsung di San Siro, berakhir dengan kemenangan Milan 3-0, berkat 2 gol Pato dan 1 gol Cassano.

Pada 7 Mei 2011, Milan meraih hasil imbang 0-0 dengan
A.S. Roma, 1 poin tambahan hasil seri membuat poin Milan menjadi 78 poin, tak terkejar peringkat 2 Inter karena kalah
head-to-head, dan membuat Milan meraih gelar juara Serie A atau
scudetto yang ke-18.
Skuad saat ini :
Sedang dipinjamkan :
Staf :
| Jabatan | Nama |
|---|
| Pelatih utama | Massimiliano Allegri |
| Asisten pelatih | Mauro Tassotti |
| Pelatih kiper | Marco Landucci |
| Valerio Fiori |
| Asisten teknik | Andrea Maldera |
| Pelatih kebugaran | Daniele Tognaccini |
| Simone Folletti |
| Fabio Allevi |
| Bruno Dominici |
| Sergio Mascheroni |
| Andrea Primitivi |
| Direktur medis | Gianluca Melegati |
| Dokter klub | Maurizio Gevi |
| Armando Gozzini |
| Kiropraktor | Alessandro Trabattoni |
| Fisioterapis | Roberto Boerci |
| Marco Chaulan |
| Dario Lorenzo Fort |
| Giorgio Gasparini |
| Stefano Grani |
| Roberto Morosi |
| Marco Paesanti |
| Ahli pemijatan | Endo Tomoroni | |
Pemain legenda
Nomor yang dipensiunkan / diabadikan
Pelatih Sukses
Herbert Kilpin - Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
Carlo Ancelotti - Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions dan 1 trofi Seri A sebagai pelatih.
Cesare Maldini - Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Arrigo Sacchi - Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat "The Dream Team", memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
Fabio Capello - Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Nereo Rocco - Pelatih jenius Milan yang mengembangkan taktik catenaccio[36][37][38]. Menyumbangkan 2 trofi Seri A, 1 trofi Liga Champions, dan 1 trofi Piala Winners.
Vittorio Pozzo - Pelatih legendaris Italia, meski di masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
Nils Liedholm - Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.
Leonardo de Araújo - Pelatih Milan pertama yang berasal dari Brazil.
Pemain yang memenangi Piala Dunia saat bermain di Milan
Pemain yang memenangi Kejuaraan di benua asalnya saat bermain di Milan
Eropa
Amerika Latin
Pemain yang memenangi Piala Konfederasi saat bermain di Milan
| Periode | Pemasok kostum | Sponsor |
|---|
| 1899-1978 | tidak ada | tidak ada |
| 1978-1979 | Adidas |
| 1979-1980 | Adidas-Linea Milan |
| 1980-1981 | Linea Milan |
| 1981-1982 | Pooh Jeans |
| 1982-1984 | NR | Hitachi, Olio Cuore |
| 1984-1985 | Rolly Go | Retequattro |
| 1985-1986 | Gianni Rivera | Fotorex U-Bix |
| 1986-1987 | Kappa |
| 1987-1988 | Mediolanum |
| 1988-1990 |
| 1990-1991 | Adidas |
| 1991-1992 |
| 1992-1993 | Motta |
| 1993-1994 | Lotto |
| 1995-1996 | Opel |
| 1996-1997 |
| 1997-1998 |
| 1998-1999 | Adidas |
| 1999-2000 |
| 2000-2001 |
| 2001-2002 |
| 2002-2003 |
| 2003-2004 | Opel Meriva |
| 2004-2005 | Opel |
| 2005-2006 | Opel Zafira |
| 2006-2007 | Bwin.com |
| 2007-2008 |
| 2008-2009 |
| 2009-2010 |
| 2010-2011 | Fly Emirates |
Prestasi
Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah
Juventus (40 tropi domestik)
. Milan juga menjadi salah satu klub tersukses di dunia bersama
Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi Eropa dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar
Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan
UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar
Liga Champions.
Kejuaraan Nasional
- Juara (18): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004; 2010-2011
- Runner-up (14): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05; 2010-11
- Juara (2): 1980–81; 1982–83
- Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03
- Runner-up (7): 1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
- Juara (5): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004
- Runner-up (3): 1996; 1999; 2003
Kejuaraan Eropa
- Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07
- Runner-up (4): 1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05
- Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007
- Runner-up (2): 1973; 1993
- Juara (2): 1967–68; 1972–73
- Runner-up (1): 1973–74
Kejuaraan Dunia
- Juara (4):1969;1989;1990;2007
- Runner-up (4):1963;1993;1994;2003
Kejuaraan lainnya
- Juara (3): 1951; 1956
- Runner-up (1): 1953
- Juara (2): 1988, 1990
- Runner-up (1): 1999
- Juara (11): 1992,1993,1994,1996,1997,2002,2005,2006,2007,2008,2009
AC Milan tahun ke tahun
Daftar pelatih AC Milan
Daftar presiden AC Milan
| 1899–1909 | | 1909 | | 1909–1928 | | 1928–1930 | | 1930–1933 | Luigi Ravasco | 1933–1935 | | 1935 | | 1935–1936 | | 1936–1939 | | 1939–1940 | | 1940–1944 | | 1944–1945 | Umberto Trabattoni | 1945–1954 | | 1954–1963 | | 1963–1965 |
Federico Sordillo 1971–1972 Komisi Presidensial 2004–2006 Silvio Berlusconi 2006–2008 Kosong 2008- Silvio Berlusconi 2009–Sekarang
|
|
|
|
Daftar kapten AC Milan |
|
|
|
|
|
Warna dan lambang Milan
Warna seragam kebanggaan Milan adalah
merah-hitam,atau dalam
bahasa Italia:
Rossoneri, namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:
Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam
putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan
Ajax pada
1995 dan
Liverpool pada
2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (
third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.
Untuk "beberapa tahun" belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (
flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari
Saint Ambrose.
Panggilan Milan yang lainnya,
Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya. Bintang tersebut dikenakan Milan pada
1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto
Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera
Comune di Milano, dengan singkatan
ACM di atas dan tahun berdirinya
1899 di bawah.
Rekor statistik Milan
Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di
Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (
14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan
playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.
Topskor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh
Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan.
Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuad Milan saat ini adalah
Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.
Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim
1991/
1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan
Parma saat
26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga,
21 Maret 1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepak bola
Eropa, di bawah
Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan
Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.
Pada
2007, Milan bersama dengan
Boca Juniors dari
Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi
FIFA. Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepak bola terhebat dunia pada kisaran
2007.
Komponen penting Milan
Stadion
Stadion tim saat ini adalah Stadion San Siro yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion yang lebih dikenal oleh Milanisti dengan nama
San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan
Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika
Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan,
Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung
bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut
Madonnina atau
ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan
derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya
Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan
homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.
Basis pendukung
Secara sejarah, AC Milan (dipanggil dengan "Milan" saja di Italia) didukung oleh kaum pekerja dan kelas buruh di Milan yang umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan (atas dasar itulah julukan "
Casciavit" / obeng diberikan untuk Milan), sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya.
Meskipun begitu, pada beberapa tahun terakhir, basis pendukung telah banyak berubah. Milan kini dimiliki oleh raja media dan
Perdana Menteri Italia,
Silvio Berlusconi, sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri,
Massimo Moratti.
Basis pendukung Milan yang disebut
Milanisti mayoritas berhaluan politik
sayap kiri, berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (
ultras) yang terkenal dari Milan adalah
Fossa Dei Leoni yang beraliran ekstrem kiri, dan
Brigate Rossonere yang beraliran ekstrem kanan. Menyusul keributan dengan suporter Inter pada
derby musim kompetisi
2005/
2006, Fossa Dei Leoni membubarkan diri secara organisasi. Meskipun begitu, massa mereka masih setia mendukung Milan di tribun khusus bagian selatan stadion San Siro bersama kelompok lain, dengan sebutan
Curva Sud.
.
Basis pendukung di Indonesia
Pada
16 Maret 2003, sebuah komunitas khusus pendukung Milan di Indonesia terbentuk. Komunitas itu bernama "
Milanisti Indonesia". Komunitas ini berawal dari
milis oleh sesama pendukung dan akhirnya berlanjut sampai membentuk suatu organisasi. Saat ini Milanisti Indonesia sudah memiliki basis-basis di kota besar di Indonesia selain
Jakarta.
Nama
| Tahun | Nama | Catatan |
|---|
| 1899 - 1919 | Milan C.F.C (Milan Cricket and Football Club) |
| 1919 - 1938 | Milan F.C (Milan Football Club) |
| 1938 - 1945 | A.C. Milano (Associazione Calcio Milano) | "Milano" adalah ejaan untuk Milan dalam Italia |
| 1938 - | A.C. Milan (Associazione Calcio Milan) | "Milan" adalah ejaan dalam Inggris, untuk menghormati Alfred Edwards |
Himne Milan
AC Milan juga mempunyai himne yang biasa dinyanyikan pendukungnya saat Milan bertanding, berjudul
"Inno Milan!",diciptakan oleh
Tony Renis, pembuat lagu asal
Italia. Lirik lagu itu adalah:
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde sotto un cielo blu
Conquistate voi una stella in piã
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Oh... Una grande squadra
Sempre in festa olã¨
Oh...
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Con il milan nel cuore
Nel profondo dell'anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre con te
Oh...
Translate :
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Kami berjalan di samping pahlawan kita
Di lapangan hijau, di bawah langit biru
Anda memenangkan bintang utama
Bersinar untuk kita
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Oh... Sebuah tim besar
Juga dalam perayaan
Oh...
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Dengan AC Milan di hati
Di kedalaman jiwa
Seorang sahabat sejati Anda
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu bersama Anda
Oh...
Serba-serbi AC Milan di bidang keuangan
Berdasarkan
Deloitte Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan
Deloitte, di musim
2005/
2006, Milan ada di peringkat kelima klub sepak bola dengan pendapatan terringgi di dunia dengan jumlah estimasi pendapatannya 233.7 juta
Euro.
Saat ini, Milan menempati peringkat keenam dalam daftar Klub Sepakbola Terkaya Di Dunia oleh majalah
Forbes, membuat Milan klub sepak bola
Italia terkaya.
Perusahaan judi
online Austria,
bwin.com adalah sponsor Milan yang terpampang di kaus musim lalu, dengan kontrak empat tahun dimulai dari musim
2006/
2007. Sebelum
bwin.com, sponsor Milan adalah
Opel, perusahaan mobil asal
Jerman. Opel mensponsori Milan selama 12 tahun, dan terpampang selama itu juga dengan logonya, namun, pada musim
2003/
2004 dan
2005/
2006 nama sponsor Opel di seragam Milan berubah, menjadi
Meriva (2003/2004) dan
Zafira (2005/2006), dua mobil produk mereka.
Seragam dan perlengkpan olahraga Milan saat ini disuplai dari perusahaan manufaktur olahraga Jerman,
Adidas, yang kontraknya berakhir pada musim
2017/
2018.
Kontrak ini membuat Adidas adalah manufaktur resmi semua seragam dan perlengkapan replika Milan. Sebelum Adidas, perusahaan olahraga Italia
Lotto adalah manufaktur resmi seragam dan perlengkapan Milan. Tanggal
14 Januari 2008, Milan dan Adidas memperbaharui kontrak kerjasama sampai
30 Juni 2018. Berdasarkan kontrak, Adidas bertanggungjawab terhadap tiga
franchise Milan: sponsor terhadap seragam, merchandise Milan, dan distribusi semua produk non-sepak bola Milan.
Milan juga mensponsori
"AC Milan Superleague Formula" dalam ajang balap mobil
Superleague Formula (ajang balap mobil
formula yang diponsori klub sepak bola, dan balapan sesuai nama klub yang mensponsorinya).
Robert Doornbos yang balapan untuk
Minardi dan
Red Bull Racing di kejuaraan dunia
Formula One, akan membalap untuk Milan.. Doornbos memenangkan balapan pertamanya untuk tim di Superleague Formula
Nürburgring 2008. Doornbos digantikan oleh juara
GP2 series,
Giorgio Pantano.
Penggantian ini menyebabkan Milan adalah peserta pertama yang memakai lebih dari satu pembalap. Di balapan pertama Giorgio, tim AC Milan mengalami masalah pada
gearbox - saat pertandingan kualifikasi - yang menyebabkan ia terdampar di
grid ke-16 saat balapan pertama. AC Milan memenangkan
balapan kedua dari pembukaan musim 2009. Pada musim 2010, Milan menggunakan jasa Yelmer Buurman sebagai pengendara mobil Superleague Formula.
Milan LabSains dan teknologi
MilanLab adalah Pusat Penelitian Ilmiah Teknik Tinggi yang dibangun oleh A.C. Milan dengan motivasi kuat, beroperasi sejak Juli 2002, dan terletak di Pusat Olahraga Milanello. Tujuannya adalah untuk mengoptimalisasi penanganan mental dan fisik para atlet dengan menyerahkan tugas ini kepada MilanLab yang mempresentasikan kombinasi ideal antara sains, teknologi, TI (teknologi informasi), cybernetics dan psikologi.
Tujuan
MilanLab menyumbang banyak pada optimalisasi hasil-hasil yang diraih tim. Tujuan dari studi dan penelitian ini adalah untuk memungkinkan para atlet mencapai penampilan seoptimal mungkin, untuk mengurangi risiko cedera dan untuk bertindak dalam pengambilan keputusan untuk mendukung para staf teknis dan pengurus klub dalam menangani sumber daya manusia.
Kesehatan para pemain: lebih baik lebih berharga
Obyek utama dari MilanLab adalah perlindungan setiap pemain. Kebaikan mental dan fisik para pemain adalah aset yang lebih berharga daripada sebuah tim sepakbola secara keseluruhan, yang berarti mereka yang turun ke lapangan lebih penting dari sudut pandang olahraga dibanding dari sudut pandang ekonomis.
Pendekatan sistematis: organisasi sebagai gabungan dari setiap komponennya
MilanLab membawa pekerjaan mereka maju ke depan melalui pengembangan konsep ‘visi sistematis’ dari sebuah tim sepakbola. Apa pun organisasinya, apakah itu sebuah perusahaan atau sebuah tim sepakbola, semua itu bisa dianggap sebagai sebuah ‘entitas’ yang terdiri dari berbagai sub-sistem yang bekerja bersama untuk menentukan hasil keseluruhan dari system utama. Produktivitas keseluruhan dari sistem ini berasal dari input dari setiap sub-sistem yang menjadi bagiannya: untuk memaksimalkan hasil-hasil ini secara keseluruhan penting untuk mengoptimalisasikan produktivitas dari setiap sub-sistem yang berhubungan, mengumpulkan sejumlah besar informasi dari semua bidang yang terlibat dalam prosesnya.
Level-level fungsional

Pada bagian dasar Milanlab ada visi dominan dalam memahami kesehatan sebagai kondisi total dari kebaikan fisik, mental dan sosial yang bergantung pada keseimbangan tiga level fungsional prinsipal: (neuro)struktural, biokimia dan mental yang semuanya mewakili area partisipasi.
Area (Neuro)struktural: berdasar pada pendekatan chiropractor yang mengutamakan kemampuan alami tubuh untuk pulih tanpa intervensi obat-obatan atau operasi.
Area Biokimia: Tubuh dianggap sebagai satu kesatuan fisio-kimia-biologi dengan fokus pada perubahan bio-kimia yang terjadi saat latihan.
Area Mental: Penelitian dan pementauan kondisi psikologi seorang atlet dilakukan di Mind Room, sebuah fasilitas ruang kaca yang membantu para pemain bersantai dan melepas ketegangan. Pelatihan mental itu berlangsung selama 20 menit dan dilakukan setiap seusai sesi latihan. Program itu bisa memungkinkan delapan pemain sekaligus menggunakan tempat duduk yang nyaman dan ergonomis sambil memandang gambar-gambar yang menenangkan sementara para psikolog memonitor kondisi mental mereka lewat elektroda mini yang pas di kepala para pemain yang mengirim sinyal dari kulit kepala ke sebuah komputer. Kepala Psikolog Mind Room adalah Doktor Bruno Demichelis, psikolog asal Milan yang menggunakan fasilitas ini untuk memperbaiki tingkat pemulihan para pemain dari pertandingan ke pertandingan dan menyediakan ruang buat mereka untuk mengatasi stres negatif.
Kecerdasan Artifisial dalam pelayanan olahraga
MilanLab memanfaatkan teknologi perangkat lunak yang mutakhir dan canggih untuk mengumpulkan dan memproses informasi. Sistem kecerdasan artifisial mengumpulkan dan memproses informasi, sebuah mekanisme yang bisa mempelajari secara otomatis melalui pemrosesan data-data yang tersimpan yang bisa menentukan factor apa saja yang akan menyebabkan seorang pemain mengalami cedera. Informasi mental dan fisik mengenai setiap pemain dikumpulkan melalui sebuah sistem canggih dengan kabel yang terhubung ke poin output Unysis dan didukung oleh instalasi perangkat keras yang disuplai oleh AMD. Pada titik ini sebuah program perangkat lunak canggih yang dibangun oleh Computer Associates menjalankan analisis saraf dan menggunakan kecerdasan artifisial untuk mentransformasi sejumlah besar statistik medis numerik menjadi prediksi yang memiliki arti lewat teknologi PAS (Predictive Analysis Server), sebuah sistem yang bekerja untuk memprediksi kemungkinan risiko terhadap para pemain.
Kemitraan Penelitian
MilanLab sebuah proyek penelitian dan pengembangan multi disiplin yang memandang ke masa depan dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari pengalaman di masa lalu. Dalam lingkup ini, Milanlab telah mengembangkan kemitraan penelitian dengan sebagian besar pusat penelitian internasional bergengsi: Laboratorium Kota SENSEable dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) di Boston (AS); Departemen Bioengineering dari Universitas Louvain-la-Neuve (Belgia) dan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Aplikasi Epistemologi (CRESA) dari Universitas Vita-Salute San Raffaele.
Catatan :
Info diambil dari berbagai sumber...
Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi web resmi AC MILAN...